EUCHEUMA SPINOSUM PDF

Serta salam dan shalawat kita kirimkan kepada Muhammad SAW, dimana nabi yang membawa ummat-Nya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang dan telah menjadi suri tauladan bagi ummat-Nya. Penulis sangat mengharapkan agar pembaca dapat menambah keimanan dan ketaqwaannya serta wawasan dan ilmu pengetahuan-Nya. Saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan manusia sendiri.

Author:Felkis Arashira
Country:Dominican Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):15 July 2018
Pages:470
PDF File Size:3.59 Mb
ePub File Size:10.35 Mb
ISBN:629-5-28473-462-2
Downloads:73453
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazradal



Serta salam dan shalawat kita kirimkan kepada Muhammad SAW, dimana nabi yang membawa ummat-Nya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang dan telah menjadi suri tauladan bagi ummat-Nya. Penulis sangat mengharapkan agar pembaca dapat menambah keimanan dan ketaqwaannya serta wawasan dan ilmu pengetahuan-Nya. Saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan manusia sendiri. Latar Belakang Rumusan Masalah Manfaat Penulisan Pengertian tentang rumput laut jenis Eucheuma spinosum Struktur morfologi dan ciri rumput laut jenis Eucheuma spinosum Struktur anatomi rumput laut jenis Eucheuma spinosum Kandungan kimia rumput laut jenis Eucheuma spinosum Habitat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum Manfaat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum Perkembangbiakan dan budidaya rumput laut Eucheuma spinosum Klasifikasi dan gambar rumput laut Eucheuma spinosum Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga wilayah negaranya adalah laut dan lautan dengan Selain itu, kekayaan alam di dalamnya pun luar biasa banyaknya, terutama dengan keanekaragaman jenis hewan fauna , tumbuh- tumbuhan flora , serta bahan tambang dan mineral.

Apalagi tingkat pencemaran laut indonesia relatif kecil, yaitu hanya sekitar 0,2 persen bila dibandingkan dengan pencemaran laut yang terjadi diseluruh dunia. Tetapi sangat disayangkan, potensi laut Indonesia yang sedemikian baiknya kurang dimanfaatkan secara optimal serta tidak diimbangi pula dengan usaha pengembangan lebih lanjut.

Sampai sejauh ini, sebagian besar petani ikan nelayan hanya melakukan kegiatan pemungutan hasil laut saja tanpa adanya usaha-usaha pengembangan. Namun demikian, ada juga sebagian kecil yang sudah mulai dikembangkan, seperti pembudidayaan beberapa jenis ikan, udang, dan rumput laut.

Saat ini yang sedang banyak dikembangkan di Indonesia adalah pembudidayaan rumput laut. Bahkan di beberapa daerah sudah dilakukan secara besar-besaran.

Contohnya, di teluk Jakarta, bahkan di propinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah pesisir Takala, Bulukumba, dan Maros, areal budidaya rumput laut lebih kurang seluas Ha dengan hasil sekali panen lebih kurang ton.

Rumput laut sea weed merupakan hasil perikanan yang bukan berupa ikan, tetapi berupa tanaman. Rumput laut dimanfaatkan sebagai bahan mentah, seperti agar agar, karaginan dan algin. Pada produk makanan, karaginan berfungsi sebagai stabilator, bahan pengental, pembentuk gel, pengemulsi. Usaha budidaya ini mengingat potensi rumput laut sebagai salah satu komoditas ekspor nonmigas ternyata mempunyai prospek ekonomi yang cukup cerah.

Sehingga marilah kita lebih mengenal tumbuhan ini dalam makalah ini. Rumusan Masalah 1. Menjelaskan pengertian tentang rumput laut jenis Eucheuma spinosum? Menjelaskan struktur morfologi rumput laut jenis Eucheuma spinosum?

Menjelaskan struktur anatomi rumput laut jenis Eucheuma spinosum? Menguraikan kandungan kimia rumput laut jenis Eucheuma spinosum?

Menjelaskan Habitat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum? Menguraikan manfaat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum? Menjelaskan Perkembangbiakan dan pertumbuhan rumput laut jenis Eucheuma spinosum?

Manfaat 1. Dapat mengetahui pengertian rumput laut jenis Eucheuma spinosum. Dapat mengetahui struktur morfologi rumput laut Eucheuma spinosum. Dapat mengetahui struktur anatomi rumput laut jenis Eucheuma spinosum.

Dapat mengetahui kandungan kimia rumput laut Eucheuma spinosum. Dapat mengetahui habitat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum.

Dapat mengetahui manfaat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum. Dapat mengetahui perkembangbiakan dan pertumbuhan rumput laut jenis Eucheuma spinosum. Pengertian tentang rumput laut jenis Eucheuma spinosum Rumput laut merupakan bagian terbesar dari tumbuhan laut. Rumput laut dalam bahasa ilmiah dikenal dengan istilah alga. Berdasarkan pigmen yang dikandungnya rumput laut terdiri atas tiga kelas yaitu Chlorophyceae ganggang hijau , Phaeophyceae ganggang coklat , dan Rhodophyceae ganggang merah.

Ketiga kelas ganggang tersebut merupakan sumber produk bahan alam hayati lautan yang sangat potensial dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan mentah maupun bahan hasil olahan. Rumput laut Eucheuma spinosum merupakan termasuk kelompok penghasil karaginan berupa garam sodium, kalsium dan potasium dari senyawa polisakarida sulfat asam karaginat yang disebut karaginofit.

Pertama kali dipublikasikan pada tahun oleh Burman dengan nama Fucus denticulatus Burma, selanjutnya pada tahun J. Agardh memperkenalkannya dengan nama Eucheuma J.

Dalam beberapa pustaka ditemukan bahwa Eucheuma spinosum dan Eucheuma muricatum adalah nama untuk satu spesies gangang. Dalam dunia perdagangan Eucheuma spinosum lebih dikenal dari pada Eucheuma muricatum.

Euchema spinosum banyak dibudidayakan diwilayah Bantaeng dan takalar. Akan tetapi species ini masih belum banyak diteliti bagaimana cara ekstrasi untuk menghasilkan iota keraginan maupun komposisi kimia yang dikandung iota keraginan tersebut. Proses selama ini hanya mengacu pada pengolahan langsung menjadai permanen maupun dodol bahkan banyak yang dijual kering tanpa melaui pengolahan. Struktur morfologi dan ciri rumput laut jenis Eucheuma spinosum Bentuk dari tanaman ini tidak mempunyai perbedaan susunan kerangka antara akar, batang, dan daun.

Keseluruhan tanaman ini merupakan batang yang dikenal sebagai talus thallus. Thallus ada yang berbentuk bulat, silindris atau gepeng bercabang-cabang. Rumpun terbentuk oleh berbagai sistem 6 percabangan ada yang tampak sederhana berupa filamen dan ada pula yang berupa percabangan kompleks. Jumlah setiap percabangan ada yang runcing dan ada yang tumpul.

Permukaan kulit luar agak kasar, karena mempunyai gerigi dan bintik-bintik kasar. Eucheuma spinosum memiliki permukaan licin, berwarna coklat tua, hijau coklat, hijau kuning, atau merah ungu. Tingginya dapat mencapai 30 cm. Eucheuma spinosum tumbuh melekat ke substrat dengan alat perekat berupa cakram. Cabang-cabang pertama dan kedua tumbuh membentuk rumpun yang rimbun dengn ciri khusus mengarah ke arah datangnya sinar matahari. Cabang-cabang tersebut ada yang memanjang atau melengkung seperti tanduk.

Ciri fisik yang dimilki spesies ini diantaranya Thallus yang kasaar, agak pipih dan bercabang teratur, yaitu bercabang dua atau tiga, ujung-ujung percabangan ada yang runcing dan tumpul dengan permukaan bergerigi, agak kasar dan berbintil-bintil. Tumbuh melekat kesubtrat dengan alat perekat berupa cakram. Cabang cabang pertama dan kedua tumbuh membentuk rumpun yang rimbun dengan cirri khusus mngarah kearah datangnya sinar matahari. Cabang cabang tersebut ada yang memanjang atau melengkung seperti tanduk.

Struktur anatomi rumput laut jenis Eucheuma spinosum Struktur anatomi thalli untuk tiap jenis rumput laut berbeda- beda, misalnya pada family yang sama antara Eucheuma spinosum dengan Eucheuma cottonii, potongan thallus yang melintang mempunyai susunan sel yang berbeda.

Perbedaaan- perbedaan ini membantu dalam pengenalan berbagai jenis rumput laut baik dalam mengidentifikasi jenis, ataupun family. Pigmen yang terdapat dalam thallus rumput laut dapat digunakan dalam membedakan berbagai kelas. Pigmen ini dapat menentukan warna thallus sesuai dengan pigmen yang ada pada kelas Chlorophyceae, Phaeophyceae, Rhodophyceae, dan Cyanophyceae.

Perbedaan warna thalli menimbulkan adanya ciri algae yang berbeda seperti Algae hijau, algae coklat, algae merah dan algae biru. Namun dalam kenyataannya kadang-kadang kita sulit menentukan salah satu kelas hanya berdasarkan pada warna thallus yang kita 7 ketahui, karena algae merah kadang-kadang berwarna hijau kekuning- kuningan, coklat kehitam-hitaman atau kuning kecoklata-coklatan.

Keadaan warna tidak selalu dapat digunakan dalam menentukan kelasnya. Perubahan warna sering terjadi hanya karena faktor lingkungan yang berubah. Kejadian ini merupakan proses modifikasi yaitu perubahan bentuk dan sifat luar fenotif yang tidak kekal sebagai akibat pengaruh lingkungan antara lain iklim dan oseanografis yang relatif cukup besar. Pigmen yang menentukan warna ini antara lain klorofil, karoten, phycoerythrin, dan phycocyanin yang merupakan pigmen-pigmen utama disamping pigmen-pigmen lain.

Sedangkan klorofil dan karoten dijumpai pada keempat kelas algae. Komposisi kimia yang dimiliki rumput laut Eucheuma spinosum dapat dilihat pada. Habitat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum Eucheuma spinosum tumbuh pada tempat-tempat yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya, antara lain tumbuh pada perairan yang jernih, dasar perairannya berpasir atau berlumpur dan hidupnya menempel pada karang yang mati.

Persyaratan hidup lainnya yaitu ada arus atau terkena gerakan air. Dari beberapa persyaratan, yang terpenting adalah Eucheuma spinosum memerlukan sinar matahari untuk dapat melakukan fotosintesis F.

Manfaat dari rumput laut jenis Eucheuma spinosum Rumput laut penghasil karaginan carragenophyte , yaitu Eucheuma spinosum, Eucheuma cottonii, dan Eucheuma striatum.

Eucheuma agar-agar kasar, agar-agar patah tulang adalah termasuk kelompok penghasil karaginan berupa garam sodium, kalsium dan potasium dari senyawa polisakarida sulfat asam karaginat yang disebut karaginofit.

Rumput laut telah lama digunakan sebagai makanan maupun obat- obatan di negeri Jepang, Cina, Eropa maupun Amerika. Diantaranya sebagai nori, kombu, puding atau dalam bentuk hidangan lainnya seperti sop, saus dan dalam bentuk mentah sebagai sayuran.

Adapun pemanfaatan rumput laut sebagai makanan karena mempunyai gizi yang cukup tinggi yang sebagian besar terletak pada karbohidrat di samping lemak dan protein yang terdapat di dalamnya. Di samping digunakan sebagai makanan, rumput laut juga dapat digunakan sebagai penghasil alginat, agar-agar, carrageenan, fulceran, pupuk, makanan ternak dan Yodium. Beberapa hasil olahan rumput laut yang bernilai ekonomis yaitu : 1. Karaginan, biasanya diproduksi dalam bentuk garam Na, K, Ca yang dibedakan dua macam yaitu Kappa karaginan dan lota karaginan berasal dari Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum.

Iota kagarinan berasal dari Eucheuma spinosum. Kedua jenis karaginan tersebut dapat berfungsi sebagai stabilizer, thickener, emulsifer, gelling agent, pengental. Pada industri makanan sebagai stabilizer, thickener, gelling agent, additive atau komponen tambahan dalam pembuatan coklat, milk, pudding, instant milk, makanan kaleng dan bakery. Perkembangbiakan dan budidaya rumput laut jenis Eucheuma spinosum Perkembangbiakan rumput laut pada dasarnya ada dua macam yaitu secara kawin dan tidak kawin.

M S CHAUHAN ORGANIC CHEMISTRY BALAJI PUBLICATIONS PDF

The Seaweed Site: information on marine algae

The success of these farms resulted in the introduction of Kappaphycus and Eucheuma to more than 25 countries, but many of them ceased farming at an experimental stage. Cultivation methods Cultivation of eucheumoid algae is really simple under the right conditions. It is based on vegetative propagation. There are several cultivation methods: off-bottom, rafts, and long-lines.

FOPIUS ARISANUS PDF

Eucheuma farming, Tanzania Eucheuma are naturally found within the range of 20 degrees either side of the Equator in the Indo-Pacific region from eastern Africa to Guam , and are most concentrated in Southeast Asia. Eucheuma are typically found below the low tide mark to the upper subtidal zone of a reef, growing on sand to rocky seafloor areas along a coral reef, where water movement is slow to moderate. They also show a triphasic life cycle, consisting of a gametophyte n dioecious , carposporophyte 2n , and the sporophyte 2n. Both the gametophyte and the more robust sporophyte stage are significant to the development of the seaweed, where their characteristics allow for increased vegetative regeneration. As Eucheuma are some of the most common and fastest growing species of seaweeds, their commercial aspects are visible by large quantities grown and harvested over short periods of time, possessing the ability to reach ten times their mass in some 45 to 60 days in warm tropical settings. It is also farmed in Tanzania and Kiribati. This may be underrepresented as countries including Indonesia and Malaysia, which are also significant producers of these species, do not accurately report their output to the FAO.

ESCALA DE FISHER PARA HEMORRAGIA SUBARACNOIDEA PDF

.

BS 6031 CODE OF PRACTICE FOR EARTHWORKS PDF

.

Related Articles