KOMPOR BIOMASSA PDF

Tak terkecuali masalah pengapian dalam dapur atau kompor. Meskipun negara saat ini sudah memainstreamkan atau memaksa secara halus untuk berpindah ke teknologi Gas, namun karena harga yang semakin lama semakin mahal, rasa-rasanya kompor atau alat masak berbahan bakar kayu semakin menjadi idaman karena terasa lebih murah dan mudah dicari, daripada harus mengusung atau mengangkat tabung gas yang seakan-akan memperbudak dan membuat ketergantungan dengan bahan bakar yang tidak membebaskan masyarakat untuk memilih. Ternyata memang mengatasi kebutuhan akan bahan bakar untuk memasak di dapur secara mudah tanpa harus pergi ke minimarket atau dealer Gas Elpiji untuk membeli gas namun bisa dengan mencari kayu bakar yang kadang banyak terdapat di kebun. Kompor biomassa yang dulu dikenal dengan Kompor Biomassa UB.

Author:Vudohn Tagal
Country:Barbados
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):4 March 2016
Pages:325
PDF File Size:4.56 Mb
ePub File Size:20.7 Mb
ISBN:632-2-68488-352-9
Downloads:16202
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fenrile



Muhammad Nurhuda, peneliti dari Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menemukan dua metode untuk menyirnakan asap agar sepenuhnya berubah menjadi energi panas yang menyatu dengan lidah-lidah api. Nawa Tunggal Saya menangkap panas dari hasil pembakaran biomassa yang terbuang percuma ke samping. Metode kedua, lanjut Nurhuda, yaitu mengupayakan aliran udara sekunder pada lapis tabung ketiga.

Ini dialirkan ke bagian atas menuju nyala api, kemudian diarahkan ke bawah sehingga berlawanan dengan panas vertikal dari tungku pembakaran biomassa. Dengan mengandalkan dua metode itulah diperoleh nyala api yang bersih dari asap. Dengan briket jerami seharga Rp 1. Energi bersih Nurhuda menyebut kompor biomassa dengan sistem gasifikasi terpanaskan dan pembakaran secara turbulen itu sebagai Kompor UB Kompor UB merupakan penyempurnaan dua generasi sebelumnya.

Dia menguji coba Kompor UB mampu mendidihkan 12 liter air dalam waktu 40—50 menit hanya dengan gram potongan ranting-ranting kecil. Jika dibandingkan dengan tungku-tungku tradisional, penggunaan bahan bakar biomassa dengan Kompor UB mampu menghemat sampai 80 persen. Kompor UB juga direkomendasikan untuk pengurangan emisi dari penggunaan briket batu bara. Caranya, dengan mencampurkan biomassa sampah-sampah organik dengan batu bara yang dihancurkan menjadi butiran kecil.

Menurut Nurhuda, briket jerami yang pernah diperoleh dari Bali seharga Rp 1. Briket sampah organik dipadukan dengan batu bara diperkirakan bisa menurunkan ongkos produksi menjadi Rp 1. Nurhuda memperoleh kesempatan mengembangkan riset teknologi tepat guna untuk energi bersih dari biomassa ini atas dukungan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia. Aktivitasnya menunjang kesejahteraan masyarakat melalui inovasi-inovasi teknologi. Nurhuda bersama tim sejak berhasil mengembangkan teknologi energi bersih lainnya, meliputi alat pemanas dengan sumber energi matahari, kompor matahari, dan pemanas air menggunakan sinar matahari.

Hak paten Nurhuda mengatakan, Kompor UB paling berpotensi untuk dikembangkan. Guna menunjang kompetisi yang sehat dan inovasi berikutnya, Kompor UB pun dipatenkan. Ketujuh klaim itu meliputi susunan komponen kompor, ciri lubang pembakar asap burner pada sisi miring untuk menciptakan pembakaran turbulen, ciri aliran udara dari burner yang menyongsong arah gerak asap dari bahan bakar biomassa. Kemudian klaim terhadap ciri lubang burner tambahan pada sisi tegak bagian atas tabung pembakaran, keberadaan tabung pre-heating untuk pemanasan gasifikasi yang melingkupi tabung pembakaran biomassa, sekat pemisah udara di dalam tabung pre-heating, dan klaim terhadap keberadaan panel pengontrol debit aliran udara yang masuk ke tabung pre-heating.

Menurut Nurhuda, kunci inovasi yang ditemukannya itu terletak pada gerak turbulen. Gerak turbulen itu yang menyebabkan pembakaran menjadi sempurna. Gerak turbulen seperti gerakan mengaduk. Gerakan turbulen itu ditimbulkan aliran gasifikasi terpanaskan dan aliran udara sekunder. Tetapi, alirannya mengarah ke bawah, bertolak belakang dengan nyala api yang ke atas dari sumber pembakaran biomassa.

Dengan mekanisme itu, diperoleh keuntungan selain asap bahan bakar lebih sempurna terbakar, juga sebagian lidah api yang menjulur ke bawah menyebabkan suhu ruang bawah makin tinggi. Kenaikan suhu ruang bawah mempermudah proses gasifikasi terpanaskan. Pemanfaatan suhu gasifikasi yang mencapai derajat celsius merupakan efisiensi pemanfaatan panas dari pembakaran sumber biomassa. Nurhuda juga merancang ukuran tabung biomassa tidak berupa silinder lurus.

Pada bagian bawah dibuat makin besar volumenya. Inovasi Kompor UB menghadirkan kepraktisan penggunaan bahan bakar biomassa. Nurhuda, bahkan, ingin merancang Kompor UB berukuran mini yang bisa diaplikasikan di militer. Bagi masyarakat di pelosok yang mengalami kesulitan mendapat bahan bakar konvensional seperti minyak tanah atau elpiji seperti sekarang, Kompor UB menawarkan solusinya.

Sumber : Kompas, 11 Juni di.

C# NETWORK PROGRAMMING RICHARD BLUM PDF

BERITA & INFO

Muhammad Nurhuda, peneliti dari Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menemukan dua metode untuk menyirnakan asap agar sepenuhnya berubah menjadi energi panas yang menyatu dengan lidah-lidah api. Nawa Tunggal Saya menangkap panas dari hasil pembakaran biomassa yang terbuang percuma ke samping. Metode kedua, lanjut Nurhuda, yaitu mengupayakan aliran udara sekunder pada lapis tabung ketiga. Ini dialirkan ke bagian atas menuju nyala api, kemudian diarahkan ke bawah sehingga berlawanan dengan panas vertikal dari tungku pembakaran biomassa. Dengan mengandalkan dua metode itulah diperoleh nyala api yang bersih dari asap. Dengan briket jerami seharga Rp 1.

FTII QUESTION PAPERS DIRECTION PDF

Kompor Biomass UB

Firman ini dapat kita ambil hikmahnya adalah bahwa kayu merupakan sumber api energi yang dapat kita gunakan seterusnya. Memang kenyataannya kayu bakar merupakan sumber energi selama masa peradaban manusia. Bahkan bahan bakar fosil yang saat ini banyak kita gunakan seperti batubara, minyak dan gas bumi berasal dari bahan organik dari tumbuh2an dan makhluk hidup lainnya. Pada jaman yang modern ini, meski sudah tersedia bahan bakar jenis lain yang memiliki nilai kalori lebih tinggi, lebih bersih, dan lebih praktis, namun beberapa jenis kuliner di dunia masih menggunakan kayu bakar untuk memasaknya. Di berbagai tempat, kayu bakar tetap digunakan karena telah menjadi ciri khas. Memasak dengan kayu bakar diyakini memiliki rasa yang berbeda dibandingkan memasak dengan bahan bakar lain. Kayu bakar juga menjadi mata pencaharian bagi rakyat miskin hingga saat ini.

CHICO BUARQUE SONGBOOK VOL 1 PDF

Par uzņēmumu

.

KOSTAL PICO 5.5 PDF

Kompor Biomasa

.

Related Articles