ASKEP ASTIGMATISMA PDF

Tajar Tidak membutuhkan bedah tambahan karena hanya mencabut lensa 2. Sejak diperkenalkannya mikroskop, sistem aspirasi bedah yang terbaru, dan lensa intraokuler akep operasi EKEK menjadi terpopuler digunakan hampir di seluruh dunia. Katarak kongenital dapat berkembang dari genetik, trauma atau infeksi prenatal dimana kelanan utama terjadi di nukleus lensa. Teknik modern dari anestesi retrobulber diperkenalkan oleh Walter Atkinson padayang sekarang digunakan untuk bedah intraokuler dengan anestesi lokal. Ahli anestesi juga harus mengenal derajat sedasi yang dibutuhkan untuk bedah katarak dan menghindari terjadinya overdosis overdos is sedasi. We share information about your activities on the site with our partners and Google partners: Apabila ditemui operasi akan lebih lama dari jadwal Secara umum, hanya sedasi minimal dibutukan untuk penggunaan anestesi topikal.

Author:Dobei Fenricage
Country:Panama
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):21 April 2004
Pages:283
PDF File Size:17.22 Mb
ePub File Size:13.3 Mb
ISBN:131-4-87767-249-2
Downloads:47404
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Malale



PENGERTIAN Astigamatisma adalah keadaan dimana terdapat variasi pada kurvatur kornea atau lensa pada meridian yang berbeda yang mengakibatkan berkas cahaya tidak difokuskan pada satu titik. Permukaan lensa yang berbentuk bulat telur pada sisi datangnya cahaya, merupakan contoh dari lensa astigmatis.

Selain itu daya akomodasi mata tidak dapat mengkompensasi kelainan astigmatisma karena pada akomodasi, lengkung lensa mata tidak berubah sama kuatnya di semua bidang.

Astigmat ireguler dapat terjadi akibat kelengkungan kornea pada meridian yang sama berbeda sehingga bayangan menjadi ireguler. Astigmatisma ireguler terjadi akibat infeksi kornea,trauma dan distrofi atau akibat selaput bening. Dalam keadaan normal, ketika cahaya memasuki mata, itu dibiaskan merata, menciptakan pandangan yang jelas objek.

Astigmatisma terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan kornea. Mata seseorang dengan Silindris berbentuk lebih mirip sepak bola atau bagian belakang sendok..

Untuk orang ini, ketika cahaya memasuki mata itu dibiaskan lebih dalam satu arah daripada yang lain, sehingga hanya bagian dari obyek yang akan fokus pada satu waktu..

Objek pada jarak pun dapat muncul buram dan bergelombang. Pada kelainan mata astigmatisma, bola mata berbentuk ellips atau lonjong, seperti bola rugby, sehingga sinar yang masuk ke dalam mata tidak akan bertemu di satu titik retina. Sinar akan dibiaskan tersebar di retina. Hal ini akan menyebabkan pandangan menjadi kabur, tidak jelas, berbayang, baik pada saat untuk melihat jarak jauh maupun dekat.

Riwayat oftalmik Sebelum melakukan pengkajian fisik mata, perawat harus mendapatkan riwayat oftalmik, medis, dan terapi pasien, dimana semuanya dapat saja berperan dalam kondisi oftalmik sekarang. Informasi yang harus diperoleh meliputi informasi mengenai penurunan tajam penglihatan dan upaya keamanan dan tergantung pada alasan melakukan pemeriksaan oftalmik. Riwayat keadaan oftalmik sangat penting saat mengumpulkan data dasar.

Ringkasan riwayat oftalmik bagi setiap pasien harus meliputi pertanyaan berikut - Kapan sakit mata mulai dirasakan - Apakah gangguan penglihatan ini mempengaruhi ketajaman penglihatan. Riwayat psikososial Daerah pengkajian penting lainnya meliputi psikologis, demografis, dan keprihatinan lingkungan rumah 2. Pemeriksaan astigmat ini menggunakan teknik sebagai berikut yaitu: 1. Pasien duduk menghadap kartu Snellen pada jarak 6 meter, 2. Pada mata dipasang bingkai percobaan, 3.

Satu mata ditutup, 4. Pasien diminta melihat kartu kipas astigmat, 7. Pasien ditanya tentang garis pada kipas yang paling jelas terlihat, 8. Lensa silinder - diperkuat sedikit demi sedikit dengan sumbu tersebut hingga tampak garis yang tadi mula-mula terkabur menjadi sama jelasnya dengan garis yang terjelas sebelumnya, Bila sudah dapat melihat garis-garis pada kipas astigmat dengan jelas,lakukan tes dengan kartu Snellen, Perubahan sensori-persepsi visual yang berhubungan dengan perubahan kemampuan memfokuskan sinar pada retinas 2.

Gangguan rasa nyaman pusing yang berhubungan dengan usaha memfokuskan mata 3. Resiko cedera yang berhubungan dengan keterbatasan penglihatan F. Perubahan sensori-persepsi visual yang berhubungan dengan perubahan kemampuan memfokuskan sinar pada retinsa.

Tujuan : - Ketajaman Penglihatan klien meningkat dengan bantuan alat. Intervensi : - Jelaskan penyebab terjadinya gangguan penglihatan. Rasional : mengetahui visus dasar klien dan perkembangannya setelah diberikan tindakan.

Pada FRK, laser digunakan untuk mengangkat lapisan tipis dari kornea, sehingga dapat mengoreksi lingkungan kornea yang berlebihan yang mengganggu pemfokusan cahay yang tepat melalui lensa.

Prosedur ini dilakukan kurang dari satu menit. Perbaikan visual tampak dalam hari. Gangguan rasa nyaman pusing yang berhubungan dengan usaha memfokuskan mata Tujuan : Rasa nyaman klien terpenuhi.

Intervensi : - Jelaskan penyebab pusing, mata lelah, berair, fotofobia. Rasional : mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengetahuan klien sehingga klien kooperatif dalam tindakan keperawatan.

Rasional : mengurangi kelelahan mata sehingga pusing berkurang. Mengurangi silau dan akomodasi mata yang berlebihan. Resiko cedera yang berhubungan dengan keterbatasan penglihatan. Tujuan : tidak terjadi cedera - Klien dapat melakukan aktivitas tanpa mengalami cedera.

Intervensi : - Jelaskan tentang kemungkinan yang terjadi akibat penurunan tajam penglihatan. Rasional : perubahan ketajaman penglihatan dan kedalaman persepsi dapat meningkatkan resiko cedera sampai klien belajar untuk mengompensasi.

Rasional : mengurangi potensial bahaya karena penglihatan kabur. Edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ketiga. Cetakan ketiga. Ilyas Sidarta. Edisi kedua. Cetakan pertama. Hall,N Guyton. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. Adalah kondisi di mana sinar - sinar sejajar yang masuk ke bolamata, oleh media refrakta dibiaskan tidak sama pada setiap meredian, sehingga terjadi lebih dari satu titik fokus. Mengapa hanya dibiaskan pada satu titik?

Karena seluruh bidang meredian dari sistem optis bolamata berkekuatan berdaya bias sama. Terlihat bahwa pada keempat bidang meredian sistem optis bola mata tersebut memiliki kekuatan bias yang sama, yaitu 80 Dioptri, terlepas bahwa itu akan menghasilkan kondisi emmetropia normal , miopia, atau hipermetropia. Pola kekuatan bias seperti itu akan menghasilkan satu titik fokus. Sekarang coba perhatikan ilustrasi yang ini: Dan yang ini: Pada kedua gambar di atas nampak terdapat pola kekuatan bias yang tidak seragam di semua bidang meredian.

Pola kekuatan bias seperti itu akan menghasilkan lebih dari 1 titik fokus, karena setiap kekuatan bias yang ada akan memiliki panjang fokusnya sendiri, sehingga jika misalnya terdapat 10 perbedaan kekuatan bias, maka juga akan terdapat 10 perbedaan panjang fokus.

Otomatis ini akan menghasilkan 10 titik fokus yang letaknya akan membentuk garis searah dengan sumbu aksial bola mata. Ilustrasi berikut ini akan menunjukkan pola fokus tersebut, dengan mengambil kekuatan bias yang terbesar dan terkecil dari 2 ilustrasi gambar B dan C di atas.

Itulah sebabnya astigmatism juga dinamakan pembiasan tanpa titik fokus, karena fokus yang terbentuk adalah berupa garis. Derajat astigmatism diukur berdasarkan perbedaan antara kekuatan bias yang terbesar dengan kekuatan bias yang terkecil pada meredian - meredian utamanya. Kalau anda sempat iseng - iseng, coba hitung berapa derajat astigmatism yang ditunjukkan di beberapa ilustrasi di atas. Secara garis besar, bentuk astigmatism dibedakan menjadi 2, yaitu astigmatism regular dan astigmatism irregular.

Astigmatism regular, adalah bentuk astigmatism yang meredian - meredian utamanya meredian yang berkekuatan bias terbesar dan meredian yang berkekuatan bias terkecil saling tegak lurus.

Astigmatism irregular, adalah astigmatism yang meredian - meredian utamanya tidak saling tegak lurus. Pembahasan secara lebih lengkap mengenai bentuk dan jenis - jenis astigmatism, ada di artikel yang ini. Penyebab Astigmatism. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya perbedaan kekuatan bias seperti yang telah diuraikan diatas adalah : Kelengkungan kornea yang tidak spherical kelengkungan yang beraturan dan sama di semua bidang meredian. Astigmatism yang ditimbulkannya dinamakan astigmatism kornea.

Kelengkungan lensa kristalin yang tidak spherical. Astigmatism yang ditimbulkannya dinamakan astigmatism internal. Terjadi kekeruhan yang tidak merata di media refrakta kornea, humor aqueos, lensa kristalin, atau vitreuos humor. Pada beberapa penderita katarak stadium awal immatura dapat mengalami astigmat seperti ini. Kombinasi antara beberapa faktor di atas. Kondisi astigmatism juga sekaligus dapat dialami oleh penderita miopia ataupun hipermetropia. Gejala — gejala Astigmatism.

Pada astigmatism rendah : Mata cepat terasa lelah, terutama pada saat melakukan pekerjaan yang teliti pada jarak fiksasi. Terasa kabur sementara pada saat melihat dekat. Biasanya dikurangi dengan menutup mata atau mengucek — ucek mata seperti pada hypermetropia. Gejala seperti ini mungkin juga terjadi pada hypermetropia tingkat rendah. Sakit kepala bagian frontal. Keluhan ini mungkin ditimbulkan oleh akomodasi, karena akomodasi tidak dapat memberi power cylinder sehingga tidak dapat membantu astigmatism tinggi dalam mengkoreksi kekaburan penglihatannya.

Adalah tidak selalu mungkin untuk menetralisir astigmatism sepenuhnya, sehingga astigmatism yang tersisa dapat menimbulkan ketidaknyamanan, paling tidak di tahap awal pemakaian lensa koreksi. Memiringkan kepala adalah keluhan kedua yang paling sering pada astigmatism oblik yang tinggi. Memutar — mutar kepala agar melihat lebih jelas, kadang juga pertanda akan adanya astigmatism tinggi.

Menyipitkan mata seperti pada penderita myopia. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan efek pinhole atau stenopaic. Namun, penderita astigmatism juga menyipitkan mata pada saat melihat dekat, tidak hanya pada waktu melihat jauh. Memegang bacaan lebih mendekati mata, seperti pada myopia. Mengatasi Kondisi Astigmatism. Lensa koreksi untuk astigmatism ini disebut lensa berukuran cylindris secara umum bentuknya hampir sama dengan lensa untuk koreksi miopia maupun hipermetropia.

Hanya saja, bila dicermati lensa yang mempunyai ukuran cylindris akan mempunyai kelengkungan yang berbeda di 2 meredian yang saling tegak lurus.

DANIELA ROSSELL RICAS Y FAMOSAS PDF

ASKEP ASTIGMATISMA PDF

Hypermetropia Rabun dekat 6. Penatalaksanaan Medis Astigmatisme dapat dikoreksi dengan memberikan lensa silinder. Riwayat oftalmik Sebelum melakukan pengkajian fisik mata, perawat harus mendapatkan riwayat oftalmik, medis, dan terapi pasien, dimana semuanya dapat saja berperan dalam kondisi oftalmik sekarang. Informasi yang harus diperoleh meliputi informasi mengenai penurunan tajam penglihatan dan upaya keamanan dan tergantung pada alasan melakukan pemeriksaan oftalmik. Riwayat keadaan oftalmik sangat penting saat mengumpulkan data dasar.

EN 55103-1 PDF

Samurn Menyediakan penghalang yang mencegah terjadinya pertukaran cairan pada vitreous dengan cairan akuos 9. Your consent to our cookies if you continue to use this website. Saat lensa berkembang, suatu struktur pendukung nutrisi, tunika vaskulosa lentis terbentuk mengelilinginya. Sisi posteriornya berkembang ke arah polus posterior lensa di dalam kapsul lensa.

Related Articles