AUDIOMETER ADALAH PDF

Medicalogy Team Alat-Alat Kesehatan Audiometer merupakan suatu alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan audiometri, yaitu pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat atau ambang batas pendengaran seseorang dan juga jenis gangguan pendengaran yang dialaminya bila ada. Sebenarnya siapapun boleh melakukan tes pendengaran dengan audiometer ini. Tetapi yang lebih dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini adalah mereka dengan indikasi pemeriksaan seperti: Adanya penurunan pendengaran Telinga berbunyi dengung tinitus Rasa penuh di telinga Pernah memiliki riwayat keluar cairan dari telinga, riwayat terpapar bising, riwayat trauma pada telinga, riwayat pemakaian obat ototoksik, dan riwayat gangguan pendengaran pada keluarga Memiliki gangguan keseimbangan Persiapan Sebelum Melakukan Tes Pendengaran dengan Audiometer Sebelum melakukan tes pendengaran, pastikan segala kelengkapannya telah siap baik dari sarana ataupun peralatan audiometernya. Sebelum tes pendengaran berlangsung pastikan segala persiapan telah lengkap termasuk ruang kedap suara dan audiometer sudah dalam posisi siap digunakan Pastikan pula pasien telah melepas segala aksesoris yang dapat mengganggu pemasangan headphone seperti anting, alat bantu dengar, dll.

Author:Nigami Dor
Country:Bolivia
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):23 March 2007
Pages:134
PDF File Size:3.33 Mb
ePub File Size:4.21 Mb
ISBN:434-6-25897-817-3
Downloads:12697
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajijora



Kalau digabungkan, maka hal ini disebut juga dengan proses uji pendengaran. Penggunaan audiometri tak hanya untuk mengukur seberapa tajam pendengaran seseorang memakai audiometer, tapi tujuan penggunaan juga sebagai penentu lokalisasi rusaknya anatomis yang menyebabkan pendengaran terganggu. Audiometri sendiri merupakan sebuah alatdi mana penggunaannya yang paling utama adalah sebagai pengukur level pendengaran dan seberapa tajam pendengaran seseorang mampu dinilai dengan alat tersebut.

Orang yang membutuhkan tes audiometri adalah yang mempunyai masalah pada pendengarannya. Biasanya, orang-orang yang bekerja dengan bekal ketajaman pendengaranlah yang memerlukan tes semacam ini. Jenis dan Cara Kerja Audiometri Nada Murni Pada jenis audiometri ini, uji pendengaran bakal dilakukan dengan memanfaatkan alat listrik yang diketahui dapat memroduksi nada-nada murni sebagai bunyi.

Bunyi tersebut pun memiliki berbagai frekuensi, seperti , , dan Pengaturan intensitas dapat dilakukan dalam satuan dB. Headphone adalah salah satu dari alat untuk menyalurkan bunyi yang sudah dihasilkan ke telinga pasien yang tengah diperiksa pendengarannya.

Ada audiogram yang kiranya lebih membantu dalam memperoleh informasi detil akan gambaran dari pendengaran yang normal berdasarkan usia seseorang. Pada normalnya, telinga manusia memiliki kemampuan pendengaran akan bunyi dengan frekuensi Hz dan Hz adalah frekuensi yang vital dalam melakukan percakapan sehari-hari. Pendengaran dianggap normal ketika kehilangan pendengaran dalam desibel Pada uji pendengaran ini kemudian akan dihasilkan grafik nilai ambang pendengaran pasien yang didasarkan pada stimulus nada murni.

Pengukuran nilai ambang dilakukan dengan frekuensi yang berbeda-beda dan grafik pun dibuat berdasar pada skala desibel. Lalu dituturkan lewat sebuah alat yang dinyatakan telah melalui kaliberasi dengan tujuan untuk mengukur sejumlah aspek kemampuan pendengaran. Audiometri pada jenis ini mirip dengan audiometri nada murni, hanya saja memang di sini sarana yang dipakai adalah daftar kata yang sudah dipilih dan penderita perlu menuturkannya.

Pemeriksa melalui mikrofon dapat menuturkan langsung kata-kata terpilih tersebut dan kemudian dihubungkan dengan audiometri tutur. Kata-kata tersebut disalurkan lewat headphone ke telinga pasien. Atau, biasanya kata-kata ada yang sudah direkam lebih dulu dan setelah itu dilakukan pemutaran kembali dan lewat audiometer tutur disalurkanlah suara berisi kata-kata terpilih tersebut. Pasien yang diperiksa pun diminta untuk bisa menirukan setiap kata yang sudah didengar secara jelas. Ketika kata-kata tersebut dilemahkan dan makin tak kedengaran oleh pasien, maka penguji biasanya akan meminta pasien untuk menebak apa kata-kata yang disalurkan tersebut.

Kemudian pada proses pengujian ini penguji atau pemeriksa biasanya bakal melakukan pencatatan akan persentase dari kata-kata yang mampu pasien tirukan dengan benar di setiap intensitas juga. Gambaran hasil ada pada sebuah diagram yang absisnya merupakan intensitas suara kata-kata yang pasien telah dengar, sementara itu ordinatnya merupakan presentasi kata-kata yang pasien turunkan secara sempurna. Diketahui bahwa ada 2 dimensi kemampuan pendengaran apabila melihat dari audiogram tutur, yakni: Kemampuan optimal pendengaran pasien dalam proses pendiskriminasian tiap satuan bunyi atau fonem dalam penuturan kata-kata yang dinyatakan melalui NDT atau nilai diskriminasi tutur.

Persentasi maksimal peniruan kata-kata yang dilakukan secara sukses dinyatakan dalam satuan pengukuran NDT. Jadi bisa dibedakan antara jenis audiometri ini dengan audiometri nada murni; pada jenis ini pengukuran pendengaran rupanya memiliki intensitas yang tak hanya ada di tingkat nilai ambang atau NPT, tapi juga di atasnya jauh. Kemampuan pendengaran pasien ketika proses penangkapan 50 persen kata-kata yang dituturkan dengan intensitas yang terbilang minimal secara tepat dan sempurna.

Inilah yang juga disebut dengan istilah NPT atau persepsi tutur di mana desibel atau satuan untuk menyatakannya. Prinsip dasar dari audiometri tutur ini pasien akan diminta untuk mendengar kata-kata yang sebenarnya dibuat secara jelas. Pengujian dilakukan mulai dari intensitas yang tinggi hingga 50 persen tak mampu menirukan kembali kata-kata secara benar.

Di bawah ini adalah kriteria di mana menggambarkan bahwa kondisi seseorang tak bisa mendengar alias tuli. Pada intensitas dB masih bisa mendengar level ringan. Pada intensitas dB masih bisa mendengar level sedang. Pada intensitas dB sudah tak mampu mendengar level berat. Ketulian atau kehilangan pendengaran jelas akan mengakibatkan gangguan ketika melakukan komunikasi dengan orang lain. Penggunaan alat ABD tersebut tujuannya adalah untuk membuat suara yang diamplifikasi menjadi lebih keras.

Pada audiometri, jenis uji pendengaran ini tetap perlu dilakukan di ruang kedap suara agar hasilnya menjadi lebih akurat. Penilaian akan terganggu ketika tes sedang dilakukan pada frekuensi tertentu dan lemahnya intensitas diganggu oleh suara lain. Audiometri tutur pada umumnya dilakukan dengan intensitas pemeriksaan mulai dari 20 dB dan ketika tak jelas, maka akan dinaikkan menjadi 40 dB, serta seterusnya.

Ketika intensitas tersebut bisa didengar dengan baik oleh penderita, maka pemeriksa biasanya akan mencoba menurunkan 0 dB dan itu artinya pendengaran masih terbilang sangat baik.

Sebelum audiometri dilakukan, ada pula tes yang perlu ditempuh oleh pasien, yakni pemeriksaan telinga. Tujuan pemeriksaan telinga ini adalah untuk mengecek ada cairan atau tidak di dalam telinga, ada lubang gendang telinga atau tidak, dan ada kotoran telinga atau tidak. Ini karena faktor-faktor tersebut jelas mampu membuat pendengaran pasien nantinya menjadi kurang.

KAWASAKI BRUTE FORCE 650 SERVICE MANUAL PDF

Audiometri – Jenis, Cara Kerja, Manfaat dan Indikasi

Tidak seperti beberapa situs web yang sama, kami mencoba untuk menyediakan berbagai fitur lain, seperti kecepatan akses, menampilkan dengan berbagai membedakan warna untuk jenis kata, tampilan yang tepat untuk semua web browser kedua komputer desktop, laptop dan ponsel pintar dan seterusnya. Arti kata seperti kata audiometer di atas ditampilkan dalam warna yang membuatnya mudah untuk mencari entri dan sub-tema. Berikut adalah beberapa penjelasan: Jenis kata atau Deskripsi istilah-istilah seperti n kata benda , v kata kerja dalam merah muda pink dengan menggarisbawahi titik. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan.

ETA HOFFMANN O HOMEM DE AREIA PDF

Tes Pendengaran Anda dengan Audiometer

.

Related Articles