CPKB KOSMETIK PDF

Dalam bahasa Inggris, pabrik dikenal dengan istilah manufacturer selanjutnya diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi manufaktur. Kami pun telah menulis artikel tentang cara mendirikan pabrik. Di dalam artikel tersebut kami sebutkan beberapa persyaratan untuk mendirikan pabrik. Silakan download dokumen CPKB disini. Penerapan CPKB oleh perusahaan kosmetik dipandang penting oleh pemerintah. Maka dari itu, Pemerintah Republik Indonesia memfasilitasi industri kosmetik, baik skala besar maupun skala kecil menengah, untuk dapat menerapkan CPKB.

Author:Vudokazahn Kazrasho
Country:Congo
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):2 October 2019
Pages:96
PDF File Size:6.64 Mb
ePub File Size:17.64 Mb
ISBN:224-1-28790-636-9
Downloads:33192
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tor



Penulisan keseluruhan makalah ini tentu tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan berbagai pihak. Si, Apt, selaku dosen mata kuliah kosmetologi atas bimbingan dan arahannya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Ucapan terimakasih kami layangkan sekali lagi kepada teman-teman mahasiswi farmasi semester lima Universitas Darussalam Gontor yang telah bersama menyemangati kami hingga akhir penulisan makalah ini.

Kami menyadari masih banyak kekurangan di dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi sempurnanya makalah ini selanjutnya.

Semoga makalah ini dapat membawa manfaat khususnya bagi mahasiswi prodi farmasi Universitas Darussalam saat ini dan di masa yang akan datang. Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh mausia epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar atau gigi dan mukosa mulut.

Seperti halnya pasta gigi, shampo, sabun, obat kumur yang kita gunakan sehari-hari merupakan sediaan kosmetik. Pembersih wajah atau facial foam, toner, milk cleanser, bedak, dan kosmetik wanita yang lain sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Jika disadari, kosmetik telah menjadi kebutuhan manusia sejak manusia lahir hingga kematian, kebutuhan manusia tidak akan terhindar dari kosmetik.

Perkembangan dunia kosmetik sekarang juga semakin pesat. Teknologi yang semakin maju membuat produsen kosmetik selalu dituntut untuk membuat sediaan kosmetik yangpraktis, ekonomis, dan memiliki manfaat yang lebih spesifik.

Beberapa masalah baru di dunia kosmetik juga tak terhindarkan lagi mengingat tuntutan tersebut menjadikan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menyalahgunakan proses produksi kosmetik sehingga menghasilkan produk kosmetik yang tidak aman bagi konsumen. Menanggapi hal ini pemerintah membuat beberapa aturan-aturan dan kebijakan mengenai industri dan pembuatan kosmetik. Aturan-aturan tentang kosmetik yang tidak saja mampu mengakomodasi kemauan dan keinginan industri kosmetik dari sisi inovasi dan kreativitasnya namun juga harus dapat mengajak industri kosmetik untuk dapat menghasilkan kosmetik yang aman, bermutu dan bermanfaat.

Apa yang dimaksud dengan kosmetik dan bahan kosmetik? Bagaimana cara pembuatan kosmetik yang baik? Mengetahui pengertian kosmetik dan bahan kosmetik b. Kosmetika dalam arti luas yaitu segala bentuk sediaan farmasi yang digunakan di bagian luar tubuh dengan tujuan tidak hanya memperbaiki tetapi juga membersihkan, merawat, melindungi dan fungsi-fungsi lainnya yang tidak dapat lepas dari kebutuhan sehari-hari manusia.

Begitu banyak jenis kosmetika di pasaran mewajibkan kita untuk lebih teliti dan selektif dalam memilih sediaan yang baik dan cocok bagi tubuh kita. Penggunaan secara rutin juga menjadi pertimbangan keaman produk agar tidak menimbulkan efek samping maupun efek lain yang membahayakan kulit.

Hal utama yang harus diperhatikan dalam pembuatan kosmetik adalah bahan Kosmetik. Bahan Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan yang berasal dari alam dan atau sintetik yang merupakan komponen kosmetik. Tujuan diberlakukannya peraturan mengenai bahan kosmetik antara lain bahwa kosmetik yang beredar di wilayah Indonesia harus menggunakan bahan kosmetik yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan manfaat 2,3,4. Di dalam peraturan ini tercakup daftar bahan kosmetik yang dilarang penggunannya sebagai bahan kosmetik, pembatasan dan persyaratan penggunaan, daftar bahan pewarna yang diizinkan digunakan dalam kosmetik, daftar bahan pengawet yang diizinkan digunakan dalam kosmetik, dan daftar bahan tabir surya yang diizinkan digunakan dalam kosmetik.

Contoh: CI area penggunaannya untuk bahan pewarna yang diizinkan khusus pada sediaan kosmetik yang tujuan penggunaannya kontak dengan kulit dalam waktu singkat dengan kadar maksimum 3. Contoh : chlorobutanol digunakan sebagai bahan pengawet pada kosmetik dengan kadar maksimum 0. Prinsip yang digunakan dalam peraturan atau standar ini adalah untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang baik dari sisi kimia, fisika maupun mikrobiologi dan konsistensi produk terjamin baik keamanan, mutu dan manfaatnya.

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa faktor yang paling utama untuk membuat produk kosmetika yang baik sangat bergantung pada bahan baku yang digunakan. Beberapa persyaratan bahan baku: a.

Perlindungan dari kontaminasi mikroba selama transportasi, penyimpanan, dan produksi. Memastikan kondisi esensial manufaktur kosmetik dengan memungkinkan kemungkinan mikroba hanya 10 CFU coloni forming unit per gram. Memastikan kompatibilitas bahan baku dengan pengemas d. Wadah yang digunakan dapat diidentifikasi dengan jelas dan memiliki informasi berikut: nama produk, nomor batch, nomor item, berat kotor gross dan bersih.

Hal-hal yang menjadi perhatian di dalam pedoman CPKB yaitu sistem manajemen mutu, personalia, bangunan, peralatan, 6 sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, internal audit, penyimpanan, kontrak produksi dan analisis, penanganan keluhan serta penarikan produk. Dalam pembuatan suatu produk kosmetik yang baik, maka proses yang baik perlu diperhatikan.

Proses yang baik bukan hanya tentang proses kerja saja tetapi juga harus memperhatikan pemilihan formula yang tepat hingga kontrol kualitas.

Penerapan CPKB merupakan persyaratan kelayakan dasar untuk menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan yang diakui dunia Internasional. Terlebih lagi untuk mengantisipasi pasar bebas di era globalisasi maka penerapan CPKB merupakan nilai tambah bagi produk kosmetik Indonesia untuk bersaing dengan produk sejenis dari negara lain.

Cara pembuatan kosmetik yang baik CPKB yang ditetapkan oleh pemerintah adalah: 1. Ketentuan umum a Pada pembuatan kosmetik, pengawasan menyeluruh sangat esensial untuk menjamin bahwa konsumen menerima kosmetik yang bermutu tinggi dan aman digunakan.

Personalia Jumlah karyawan di semua tingkatan hendaklah memadai serta memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sesuai tugasnya.

Mereka hendaklah juga memiliki kesehatan mental dan fisik yang baik, sehingga mampu melaksanakan tugas secara profesional dan sebagaimana mestinya. Bangunan Bangunan untuk pembuatan kosmetik hendaklah memiliki ukuran, rancangan, konstruksi, serta letak yang memadai untuk memudahkan pelaksanaan kerja, pembersihan, dan pemeliharaan yang baik.

Tiap sarana kerja hendaklah memadai, sehingga setiap resiko kekeliruan, pencemaran silang, dan pelbagai kesalahan lain yang dapat menurunkan mutu kosmetik dapat dihindarkan 4.

Peralatan Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kosmetik hendaklah memiliki rancang bangun dan konstruksi yang tepat, sehingga mutu yang dirancang bagi tiap produk kosmetik terjamin seragam dari batch ke batch, serta untuk memudahkan pembersihan dan perawatannya. Sanitasi dan Higiene 7 Tingkat sanitasi dan higiene yang tinggi hendaklah diterapkan pada setiap pembuatan kosmetik. Ruang lingkup sanitasi dan higiene meliputi personalia, bangunan, peralatan, dan perlengkapan,bahan produksi serta wadahnya, dan setiap hal yang dapat merupakan sumber pencemaran produk.

Sumber pencemaran hendaklah dihilangkan melalui program sanitasi dan higiene yang menyeluruh dan terpadu. Produksi Produksi hendaklah dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, yang dapat menjamin produksi barang jadi yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan 7.

Pengawasan Mutu Pengawasan mutu adalah bagian yang esensial dari cara pembuatan kosmetik yang baik agar tiap kosmetik yang dibuat memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Rasa keterikatan dan tanggung jawab semua unsur dalam semua rangkaian pembuatan adalah mutlak untuk menghasilkan kosmetik yang bermutu mulai dari saat kosmetik dibuat sampai distribusi kosmetik. Untuk keperluan itu, harus ada suatu bagian pengawasan mutu yang berdiri sendiri 8. Inspeksi diri Tujuan inspeksi diri adalah untuk melaksanakan penilaian secara teratur tentang keadaan dan kelengkapan fasilitas pabrik kosmetik dalam memenuhi persyaratan cara pembuatan kosmetik yang baik 9.

Penanganan terhadap hasil pengamatan, keluhan dan laporan kosmetik yang bereda 2. Sistem Manajemen Mutu Sistem manajemen mutu merupakan penjelasan struktur organisasi, tugas dan fungsi, tanggungjawab, prosedur, instruksi, proses dan sumber daya untuk menerapkan manajemen mutu.

Dalam struktur organisasi perusahaan, bagian produksi dan pengawasan mutu hendaklah dipimpin oleh orang yang berbeda dan tidak ada keterkaitan tanggungjawab satu dengan lainnya. Personalia Personalia yang dimaksud adalah mengenai ketenaga kerjaan. Tenaga kerja yang baik harus mempunyai pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kemampuan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Banguan dan fasilitas Persyaratan Gedung Produksi: 8 1.

Tempat produksi harus berbeda dari daerah penyokong seperti gudang, pembuangan, dll. Permukaan di area produksi harus rata sehingga mudah dan efektif dibersihkan dan didisinfeksi. Jendela dan pintu yang ada haruslah dalam keadaan tertutup untuk menghindari debu, tanah, burung, rodent binatang pengerat semisal tikus , insekt serangga, dll. Sistem ventilasi eksternal haruslah cocok dengan filter yang tepat dan diinspeksi secara rutin berkala.

Sistem ventilasi pada tangki penyimpanan, dianjurkan untuk menggunakan filter yang tidak permeabel terhadap debu dan mikroorganisme. Sebagai tambahan, drum dan kontainer-kontainer kecil pada area filling harus dilindungi dari debu dan tanah selama penyimpanan dan proses filling berlangsung. Bangunan dan fasilitas harus dipilih pada lokasi yang sesuai, dirancang, dibangun dan dipelihara sesuai kaidahnya yaitu mencegah kontaminasi silang dari lingkungan sekitarnya dan juga hama. Peralatan Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kosmetik hendaklah memiliki rancang bangun yang tepat, ukuran memadai dan sesuai dengan ukuran bets yang dikehendaki.

Peralatan tidak boleh bereaksi dengan produk, mudah dibersihkan, serta diletakan pada posisi yang tepat, sehingga terjamin keamanan dan keseragaman mutu produk yang dihasilkan serta aman bagi personil yang mengoperasikan. Sanitasi dan Higiene Ruang lingkup sanitasi dan higiena meliputi personalia, bangunan, bahan awal, lingkungan, bahan pembersih dan sanitasi. Pelaksanan pembersihan dapat dibagi menjadi 3 yaitu: 1.

Pembersihan rutin 2. Pembersihan dengan lebih teliti menggunakan banyuan bahan pembersih dan sanitasi 3. Pembersihan dalam rangka pemeliharan f. Produksi 1. Persyaratan bahan baku dan penyimpanannya 9 Area penyimpanan haruslah bersih dan kering dan bahan yang disimpan haruslah dapat diidentifikasi dengan jelas. Panduan CPKB juga mengindikasikan bahwa bahan yang dikarantina dan yang dikeluarkan haruslah dipisahkan dan diberi label. Pengawasan Mutu Pengawasan mutu merupakan jaminan konsistensi mutu produk kosmetik yang dihasilkan, yang meliputi antara lain pengambilan contoh sampling , pemeriksaan, pengujian dan program pemantauan lingkungan, tinjauan dokumentasi bets, dan pemantauan mutu produk di peredaran.

Bila belum tersedia fasilitas uji, dapat dilakukan pengujian dengan menunjukan laboratium yang terakredetasi. Dokumentasi riwayat setiap bets, mulai dari bahan awal sampai produk jadi, spesifikasi bahan baku dan bahan pengemas, spesifikasi produk ruahan dan produk jadi, dokumen produksi yang meliputi dokumen induk, catatan pembuatan bets, catatan pengawasan mutu.

Dokumen yang jelas dapat mencegah kesalahan yang mungkintimbul dari komunikasi lisan ataupun yang tertulis dengan bahasa sehari- hari. Audit internal adalah kegiatan penilaian dan pengujian seluruh atau sebagian dari aspek produksi dan pengendalian mutu dengan tujuan untuk meningkatkan sistem mutu.

Kegiatan ini dapat dilakukan oleh pihak luar, atau auditor profesional atau tim internal yang dirancang oleh manajemen untuk keperluan ini. Untuk produk yang dikarantina, diluluskan, ditolak dan dikembalikan harus diberi batas yang jelas. Pemisahan ini dapat berupa sekat, tali dan rantai, penandaan jalur pada tali dan sebagainya yang berfungsi sebagai sekat. Penanganan keluhan harus ada prosedur tertulis yang menerangkan tindakan yang harus diambil termasuk perlunya tindakan penarikan kembali recall dan harus dicatat secara rinci lengkap dengan hasil penyelidikannya.

Penarikan produk adalah proses eleminasi produk dari semua jaringan distribusi yang dilakukan oleh perusahan yang bertanggung jawab menempatkan produk dipasar. Penarikan produk dapat disebabkan karena a. Cacat kualitas estetika adalah cacat yang secara langsung tidak membahayakan konsumen tetapi harus ditarik dari peredaran , misalnya kerusakan label.

Cacat kualitas tekhnik produksi adalah cact kualitas yang menimbulkan risiko yang merugikan konsumen , misalmya salah isi, salah kadar atau salah label. Reaksi yang merugikan, reksi yang merugikan dari produk jadi adalah reaksi yang menimbulkan resiko serius terhadap kesehatan atau terjadi peningkatan frekwensi efeksamping produk jadi yang dikeluhkan. Proses Pembuatan Kosmetik 1. Pemilihan Formula Sebelum pemilihan terakhir atas suatu formulasi setelah melewati percobaan- percobaan klinis kecil-kecilan atas keamanan formulasi beserta bahan-bahan baku di dalamnya , kita harus secara realistis yakin bahwa formulasi kita memang akan dapat di produksi secara besar-besaran dengan menggunakan alat-alat pabrik yang telah ada.

Bahkan pada saat itupun, bahan-bahan baku yang terkandung dalam formulasi itu masih harus secara kritis diteliti kembali sebelum betul-betul dipilih untuk digunakan. Pemilihan Metode Pembuatan Produksi besar-besaran umumnya didasarkan pada hasil pengamatan produksi percobaan clinical batch.

Selama pembuatan cilnical batches, perlu dilakukan pengamatan parameter-parameter kritis yang mempengaruhi kinerja produk, antara lain. Langkah-langkah kritis dalam metode pembuatan.

Sifat-sifat produk yang kritis, seperti viskositas, dll. Bahan-bahan baku inti, seperti surfaktan, lubrikan, bahan pensuspensi, bahan pembuat gel, atau bahan-bahan alam atau sintetik yang menentukan.

HYPERTHERM POWERMAX 600 PDF

Pabrik Maklon Kosmetik Murah Standar CPKB BPOM

.

FREEBIRDS NUTRITION PDF

Training Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) (GMP Kosmetik) (09-10 April 2020 Surabaya)

.

JETHRO KLOSS BACK TO EDEN FREE PDF

.

Related Articles