MAKALAH RESUSITASI BAYI BARU LAHIR PDF

Penilaian apakah bayi menangis atau bernapas spontan dan teratur 1. Jaga bayi tetap hangat: Letakkan bayi di atas kain yang ada di atas perut ibu atau dekat perineum Selimuti bayi dengan kain tersebut, potong tali pusat. Pindahkan bayi ke atas kain ke tempat resusitasi. Atur posisi bayi Baringkan bayi terlentang dengan kepala di dekat penolong. Ganjal bahu agar kepala sedikit ekstensi.

Author:Mazunos Kasida
Country:Namibia
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):6 June 2014
Pages:473
PDF File Size:6.17 Mb
ePub File Size:8.96 Mb
ISBN:802-8-81475-763-8
Downloads:91976
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tele



Al-Ishlah No. Jadwal Kunjungan I. Kunjungan I pada hari pertama sampai hari ketujuh sejak enam jam setelah lahir sampai tujuh hari 1 Setelah enam jam dari kelahiran bidan melanjutkan pengamatan terhadap pernapasan, warna, tingkat aktivitas, suhu tubuh, dan perawatan untuk setiap penyulit yang muncul. Bidan melakukan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap. Rujuk ke dokter bila tampak tanda bahaya dan penyulit. Jika 0 bayi sudah cukup hangat minimal 36,5 C bidan memandikan bayi dan melakukan perawatan tali pusat.

Bidan juga mengajarkan tanda bahaya kepada ibu agar segera membawa bayinya ke tim medis bila timbul tanda bahaya. Selanjutnya bidan mengajarkan cara menyusui dan merawat bayi mereka. Bidan mengamati keadaan dan kebersihan rumah ibu, persediaan makanan dan air, amati keadaaan suasana ibu dan bagaimana cara ibu berinteraksi dengan bayinya. Pada kunjungan ini bidan juga melakukan pemeriksaan fisik pada bayi. Jika bayi tidak aktif, menyusu tidak baik, atau tampak kelainan lain, rujuk bayi pada dokter atau klinik untuk perawatan selanjutnya.

Managemen Bayi Baru Lahir dan Neonatus Selama kehamilan ibu hamil harus memeriksakan kehamilan minimal empat kali di fasilitas pelayanan kesehatan, agar pertumbuhan dan perkembangan janin dapat terpantau dan bayi lahir selamat dan sehat. Berat badan bayi gram b. Umur kehamilan minggu c. Bayi segera menangis d. Bayi segera menangis e. Bergerak aktif, kulit kemerahan f. Mengisap ASI dengan baik g. Tidak ada cacat bawaan h.

Tatalaksana Bayi Baru Lahir 2 Tatalaksana bayi baru lahir meliputi: 1. Asuhan bayi baru lahir pada 0 — 6 jam: a. Asuhan bayi baru lahir normal, dilaksanakan segera setelah lahir, dan diletakkan di dekat ibunya dalam ruangan yang sama b. Asuhan bayi baru lahir dengan komplikasi dilaksanakan satu ruangan dengan ibunya atau di ruangan khusus c. Pada proses persalinan, ibu dapat didampingi suami 2.

Asuhan bayi baru lahir pada 6 jam sampai 28 hari: a. Pemeriksaan neonatus pada periode ini dapat dilaksanakan di puskesmas atau pustu atau polindes atau poskesdes dan atau melalui kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan b. Pemeriksaan neonatus dilaksanakan di dekat ibu, bayi didampingi ibu atau keluarga pada saat diperiksa atau diberikan pelayanan kesehatan 3 Jenis Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir 1.

Asuhan bayi baru lahir Pelaksanaan asuhan bayi baru lahir mengacu pada pedoman Asuhan Persalinan Normal yang tersedia di puskesmas, pemberi layanan asuhan bayi baru lahir dapat dilaksanakan oleh dokter, bidan atau perawat. Pelaksanaan asuhan bayi baru lahir dilaksanakan dalam ruangan yang sama dengan ibunya atau rawat gabung ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar, bayi berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Pencegahan infeksi PI b.

Penilaian awal untuk memutuskan resusitasi pada bayi c. Pemotongan dan perawatan tali pusat d. Pencegahan kehilangan panas melalui tunda mandi selama 6 jam, kontak kulit bayi dan ibu serta menyelimuti kepala dan tubuh bayi f. Pencegahan perdarahan melalui penyuntikan vitamin K1 dosis tunggal di paha kiri g. Pemberian imunisasi Hepatitis B HB 0 dosis tunggal di paha kanan h. Pencegahan infeksi mata melalui pemberian salep mata antibiotika dosis tunggal i.

Pemeriksaan bayi baru lahir j. Langkah IMD pada persalinan normal partus spontan : a. Suami atau keluarga dianjurkan mendampingi ibu di kamar bersalin b. Bayi lahir segera dikeringkan kecuali tangannya, tanpa menghilangkan vernix, kemudian tali pusat diikat.

Keduanya diselimuti dan bayi diberi topi. Ibu dianjurkan merangsang bayi dengan sentuhan, dan biarkan bayi sendiri mencari puting susu ibu. Ibu didukung dan dibantu tenaga kesehatan mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Jika bayi belum mendapatkan putting susu ibu dalam 1 jam posisikan bayi lebih dekat dengan puting susu ibu, dan biarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu selama 30 MENIT atau 1 JAM berikutnya. Imunisasi Hepatitis B diberikan jam di paha kanan setelah penyuntikan Vitamin K1 yang bertujuan untuk mencegah penularan Hepatitis B melalui jalur ibu ke bayi yang dapat menimbulkan kerusakan hati.

Risiko terbesar kematian BBL terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, sehingga jika bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama. Jika pemeriksaan dilakukan di rumah, ibu atau keluarga dapat mendampingi tenaga kesehatan yang memeriksa.

Waktu pemeriksaan bayi baru lahir: Bayi lahir di fasilitas kesehatan Bayi lahir di rumah Baru lahir sebelum usia 6 jam Baru lahir sebelum usia 6 jam Usia jam Usia jam Usia hari Usia hari Minggu ke 2 pasca lahir Minggu ke 2 pasca lahir Langkah langkah pemeriksaan: a. Pemeriksaan dilakukan dalam keadaan bayi tenang tidak menangis.

Pemeriksaan tidak harus berurutan, dahulukan menilai pernapasan dan tarikan dinding dada bawah, denyut jantung serta perut. Selalu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. Buku KIA buku kesehatan ibu dan anak a. Pencatatan pada ibu meliputi keadaan saat hamil, bersalin dan nifas b.

Pencatatan pada bayi meliputi identitas bayi, keterangan lahir, imunisasi, pemeriksaan neonatus, catatan penyakit, dan masalah perkembangan serta KMS 2. Formulir Bayi Baru Lahir a.

Pencatatan per individu bayi baru lahir, selain partograph b. Catatan ini merupakan dokumen tenaga kesehatan 3. Formulir pencatatan bayi muda MTBM a. Pencatatan per individu bayi b. Dipergunakan untuk mencatat hasil kunjungan neonatal yang merupakan dokumen tenaga kesehatan puskesmas 4.

Register kohort bayi a. Pencatatan sekelompok bayi di suatu wilayah kerja puskesmas b. Catatan ini merupakan dokumen tenaga kesehatan puskesmas 9 Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam melaksanakan asuhan bayi baru lahir harus tersedia dalam satu ruangan dengan ibu, meliputi: Tempat meja resusitasi bayi, diletakkan di dekat tempat ibu bersalin a.

Infant warmer atau dapat digunakan juga lampu pijar 60 watt dipasang sedemikian rupa dengan jarak 60 cm dari bayi yang berfungsi untuk penerangan dan memberikan kehangatan di atas tempat resusitasi b. Alat resusitasi balon sungkup bayi baru lahir c. Air bersih, sabun dan handuk bersih dan kering d. Sarung tangan bersih e. Kain bersih dan hangat f.

Stetoskop infant dan dewasa g. Stop watch atau jam dengan jarum detik h. Termometer i. Timbangan bayi j. Pengukur panjang bayi k. Pengukur lingkar kepala 30 l. Senter n. Vitamin K1 phytomenadione ampul o. Vaksin Hepatitis B HB 0 q. Tempat periksa bayi b. Lampu yang berfungsi untuk penerangan dan memberikan kehangatan. Air bersih, sabun dan handuk kering d. Kain bersih f. Stetoskop g. Pengukur lingkar kepala l. Alat suntik sekali pakai disposable syringe ukuran 1 m.

Asuhan Neonatus Bayi dan Belita. Buku Praktikum Kebidanan. Jakarta Prawihardjo Sarwono. Cet Tridasar Printer. Jakarta Related Papers.

DESENTERRANDO HUESOS BROTHWELL PDF

MAKALAH BAYI BARU LAHIR (NEONATUS)

Air ketuban bercampur mekonium: Lakukan resusitasi sesuai dengan indikasinya. Lakukan penilaian usia kehamilan dan air ketuban sebelum bayi lahir. Penilaian ini menjadi dasar keputusan apakah bayi perlu resusitasi. Penundaan pertolongan membahayakan bayi. Letakkan bayi di tempat yang kering.

HARRY POTTER AND PHILOSOPHY IF ARISTOTLE RAN HOGWARTS PDF

MAKALAH “ RESUSITASI”

Al-Ishlah No. Jadwal Kunjungan I. Kunjungan I pada hari pertama sampai hari ketujuh sejak enam jam setelah lahir sampai tujuh hari 1 Setelah enam jam dari kelahiran bidan melanjutkan pengamatan terhadap pernapasan, warna, tingkat aktivitas, suhu tubuh, dan perawatan untuk setiap penyulit yang muncul. Bidan melakukan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap. Rujuk ke dokter bila tampak tanda bahaya dan penyulit. Jika 0 bayi sudah cukup hangat minimal 36,5 C bidan memandikan bayi dan melakukan perawatan tali pusat. Bidan juga mengajarkan tanda bahaya kepada ibu agar segera membawa bayinya ke tim medis bila timbul tanda bahaya.

Related Articles